Kisah Tentang Kucing




Just for info aku bisa berkomunikasi dengan makhluk selain manusia, kelebihan ini aku punya udah dari lama sejak aku masih kecil. Bukan, ini bukan sosok makhluk astral. Dulu pernah sih nyoba berkomunikasi dengan hantu pas kecil pakai mediasi jalangkung-jalangkungan bareng temen-temen cuman gagal karena pada akhirnya kita ketiduran karena hantunya nggak datang-datang. Mungkin hantunya sadar kalau kita cuman 4 orang anak kecil cemen yang kalau denger suara bisikan langsung lari sampil kencing di celana.

Makhluk yang aku maksud saat ini adalah kucing, iya sesosok peliharaan, bukan hantu. Orang punya peliharaan favoritnya masing-masing, ada yang pelihara anjing, ada kelinci, ada yang ekstrim juga kayak ular. Aku pernah liat juga pesulap bawa peliharaan burung hantu di pundaknya, kalian pasti tau dengan Master Limbat, beliau adalah contoh kalau peliharaan bisa juga dijadiin rekan kerja yang baik.

Konsep memelihara binatang sebenernya aku sangat cupu banget. Udah beberapa kali ada kesempatan memelihara kucing tapi akhirnya berakhir tragis. Dulu pernah aku pas waktu kuliah dan ngekos, aku nemu anak kucing kecil banget dan nggak punya induk di samping kosan. Tiba-tiba aku muncul hasrat mulia untuk mencobba menjadi induk yang baik. Iya aku tau aku nggak punya tetek 6 buat nyusuin si anak kucing tersebut, tapi ada hal yang biasa dilakuin induk kucinng untuk melindung anaknya dan aku juga bisa yaitu berteriak meeeoonnggg dengan keras sambil nabokin pejantan yang hendak menculik anak kucing, itu aku bisa.

Pada akhirnya anak kucing tersebut meninggoy karena saya agak bodoh untuk mencarikan susu yang tepat dan bagaimana menjaga anak kucing tersebut tetap hangat. Kurang lebih semingguan doang anak kucing tersebut bertahan hidup di dunia yang jahat ini. Dan semenjak kejadian itu aku agak trauma untuk memelihara kucing.

Trauma ada tapi tidak menghentikan kesukaanku sama kucing, entah kenapa jiwa ini ngga bisa bertahan ketika di hadapkan dengan anabul tak bertuan di jalan. Maka dari itu kadang mau ke mana-mana selalu bawa makanan kucing.

Di setiap fase kehidupan selalu ada sosok kucing yang ditemuin. Pindah kos ketemu kucing, main ke kampung halaman ketemu kucing, pindah kantor ketemu kucing. Sama seperti saat ini, sekarang lagi deket banget sama kucing di kantor, karena dia tak bertuan dan ngga punya nama maka aku namakan dia Salmon. Kenapa Salmon? nama terinspirasi oleh menu makanan terenak yang pernah aku makan, seafood salmon. Karena harganya mahal makanya aku namakan dia Salmon, biar orang pada bilang 'Mahal King!".

Salmon bisa dibilang berjasa banget sih, pas lagi capek-capeknya kerja dia kadang datang buat sekedar menghibur, meong meong, pas udah dikasih makan kadang langsung pergi gitu aja, bisa dibilang hubungan kita love and hate relationship.

So tulisan ini ditunjukan buat Salmon, kalau kamu bisa baca tulisan ini Sal, aku mau say thanks banget, dan andai kamu manusia mungkin hal pertama yang aku kasih ke kamu adalah... jitakan, karena kamu suka eek sembarangan. Untung kamu kucing.

Btw nama peliharaan kalian siapa?


You May Also Like

0 komentar